Skip to content

Pandangan dasar – Apa sih adzan itu?

January 7, 2011

Assalammualaykum,

Bismillahirrahmanirrahim…

Kesempatan kali ini saya tertarik untuk menulis atau lebih tepatnya merangkum dari sumber-sumber terpercaya mengenai “Rukun Islam dalam kehidupan sehari-hari”. Tulisan ini Insya allah akan menjelaskan secara simple dan mudah dimengerti mengenai dasar-dasar pelaksanaan rukun islam dan pengaplikasiannya. Alasan dibaliknya tulisan ini sebenarnya sebagai catatan pribadi saya dalam hal beribadah. Kita mungkin tahu apa itu shalat, puasa, membaca al-qur’an dll akan tetapi apakah semuanya sudah kita lakukan dengan benar dan apakah kita mengetahui sunah-sunah yang terkandung didalam pelaksanaan rukun islam tersebut.

Rukun Islam atau dikenal juga dengan “Five Pillar of Islam” terdiri dari lima perkara.

1. Mengucap 2 kalimat syahadat – Asyhaduallah Illaha Illallah wa Asyhadu Anna Muhammadar Rosulullah”

artinya Saya bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah SWT dan saya bersaksi Muhammad SAW adalah Rasul/ utusan Allah SWT.

Makna dari kalimat syahadat ini sangatlah utama dan seorang muslim/ muslimah “diakui” kemuslimannya jika sudah mengucapkan     secara lisan dan tentu saja mengamalkan apa yang telah diucapkannya. Syahadat adalah sebuah ikrar, janji dan sumpah seorang muslim/ muslimah atas ketauhidan dengan ketundukannya kepada Allah SWT tiada sesembahan lainnya dan mengakui Muhammad SAW adalah Rasul dan utusan Allah SWT. Dari kalimat syahadat ini merupakan pembeda antara muslim dan kafir dan juga sebagai pondasi iman.

2. Menunaikan shalat 5 kali dalam sehari.

3. Mengeluarkan zakat

4. Berpuasa pada bulan Ramadhan

5. Menunaikan Ibadah haji bagi yang mampu. Mampu disini konteksnya tidak hanya materil/ ekonomi tapi juga psikologi, kesehatan fisik dan faktor lainnya.

Sampai sini mungkin ada yang protest yah, kok paragraf awalnya ga nyambung sama judul blognya :D… hehehe Baiklah teman-teman paragraf awal saya hanya memberikan sedikit gambaran/ refresh mengenai Rukun Islam mungkin dari kita sudah ada yang lupa.

Definisi Adzan

Adzan merupakan seruan/ panggilan kepada umat muslim untuk melakukan shalat. Arti dari kata adzan adalah “memberi ijin / mendengar”. Orang yang melakukan seruan adzan disebut dengan muadzin. Pada jaman dulu kala seorang muadzin biasa melakukan seruan adzan diatas menara masjid (minaret). Kebayangkan suara para muadzin jaman dulu pasti kenceng-kenceng banget🙂. Alhamdulillah dengan kemajuan teknologi dan ditemukannya loud speaker para muadzin melakukan amanah menyerukan adzan lebih mudah tanpa harus teriak kencang😛.

Berikut ini adalah satu contoh dari adzan yang dibawakan oleh Sheikh Mishary bin Rashid Al Afasy.

Allahu Akbar 4x

Asyhadu an la ilaha illa llah 2x

Ashhadu anna Muħammad rasulullah 2x

Hayya ‘ala-salahh 2x

Hayya ‘ala ‘l-falah 2x

As-salatu khayru min an-nawm 2x  ** Hanya diserukan ketika adzan subuh**

Allahu akbar 2x

Laa ilaha illallah 2x

Muadzin yang paling terkenal adalah Bilal bin Rabah. Ia merupakan muadzin pertama di Islam berlatar belakang sebagai seorang budak belian yang hitam legam berasal dari Habsyah sekarang bernama Ethiopia akan tetapi bersuara merdu. Dikisahkan ia dimerdekakan oleh Abu Bakar dan menjadi sahabat setia Rasulullah SAW.


Sunah-sunah dalam Adzan

Sunah-sunah yang berkaitan dengan adzan seperti yang disebutkan Ibnul Qayyim adalah sebagai berikut :

1. Sunah bagi orang yang mendengar adzan dan menirukan apa yang diucapkan oleh muadzin kecuali dalam lafadz “Hayya ‘ala-salahh”. Maka ketika mendengar lafaz itu maka dijawab dengan lafal “Laa hawla walaa quwwata illa billahi”.

2. Ketika muadzin selasai mengumandangkan adzan maka disunahkan bagi muslimin untuk membaca shalawat kepada Rasulullah SAW.

Dalilnya adalah sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

“Artinya : Apabila kalian mendengar muadzin maka ucapkanlah seperti apa yang diucapkannya lalu bershalawatlah untukku karena sesungguhnya orang yang bershalawat untukku satu kali, maka Allah akan bershalawat untuknya sepuluh kali” [HR. Muslim 1/288 no. 384)].

3. Mengucapkan doa setelah adzan.

Allahumma rabba hadhi-hid da’wa-tit-tamma wa-salatil qaimah Ati muhammadanil wasilata wal fadeela Wab atsh-hu maqamam-mahmuda-nilladzi wa aadtha

Artinya :Ya Allah, Tuhan Pemilik panggilan yang sempurna (adzan) ini dan shalat (wajib) yang didirikan. Berilah al-Wasilah (derajat di Surga), dan al-fadhilah kepada Muhammad SAW. Dan bangkitkan beliau sehingga bisa menempati kedudukan terpuji yang Engkau janjikan.

Adapun tambahan “Innaka tuhliful Miadh” yang artinya”Sesungguhnya Engkau Tidak pernah menyalahi janji” tidak boleh diamalkan karena sanadnya lemah. Lihat Irwa’ul Ghalil 1/260,261].

Mungkin jika teman-teman membaca post ini merupakan sebuah tulisan yang teramat dasar, akan tetapi saya beralasan bahwa terkadang hal yang terlalu sering kita dengar, lihat dan ketahui malah terkadang karena sederhana dan simplenya itu kita meremehkannya begitu saja. Terlebih lagi kita sebaiknya look in to the mirror apakah yang kita lakukan sudah sesuai yang disyariahkan. Sesuai dengan pengalaman pribadi saya sendiri, kadang kala saya lupa dengan hal kecil terutama ketika selesai mendengar adzan lupa dengan doa setelah adzan dll. Mudah-mudahan dengan adanya blog ini minimal bisa menjadi pengingat kita sebagai makhluk yang mudah lupa ini.

Insya allah blog mendatang akan menulis mengenai hal-hal dasar sederhana mengenai rukun Islam lainnya.

Stay tune…

Barakkalahumma fiiqum..

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: