Skip to content

Dan kamipun “Dicepukan”

December 31, 2011

Assalammualaykum brothers and sisters,

Akhirnya bisa nge-net dengan gilang gemintang setelah beberapa bulan harus tinggal di daerah yang kesulitan sinyal internet. Yah emang akhirnya harus gw akui internetnya si Ahay ini emang lebih baik dari Telples. Meski banyak berita miring tentang mereka ya untuk bisnis internet providernya at least gw sebagai salah satu customer loyalnya.. hehe

Olrait, postingan gw kali ini coba gw ceritain tentang pengalaman gw selama 2 bulan di Ceko, Jawa Tengah. Sejak kapan yak, Ceko jadi jowo?? hehe… Ceko di sini bukan Cekoslovakianya orang Eropah Timur sana, tapi Ceko di sini itu Cepu Kota. Katanya sih istilah ini udah dari jaman angkatan duluuuu, yah maklum dunia migas kan global jadi biar sok keliatan keren aja gitu. Tar ada orang nanya, lu abis training dimana?? Di Cekooo!! Hahaha… Padahal di Cepu, Jawa Tengah.😛

Sekilas Ceko (Cepu Kota)

Cepu itu sebuah kecamatan di kabupaten Blora, Provinsi Jawa Tengah, Indonesia. Kecamatan ini terletak di perbatasan dengan provinsi Jawa Timur,  dan dilewati dengan jalan yang menghubungkan Surabaya-Purwodadi-Semarang. Sudah lama Cepu dikenal dengan daerah yang kaya akan minyak buminya. Penemuan minyak bumi pertama kali dilakukan oleh Andrian Stoop di Desa Ledok. Kemudian ia menyimpulkan bahwa di daerah Cepu mengandung minyak bumi berkualitas dan melimpah. Hingga saat ini di Desa Wonocolo, Kecamatan Kasiman, Bojonegoro masih dilakukan pengambilan minyak bumi oleh para penduduk sekitar dengan cara tradisional. Mereka tanpa menggunakan peralatan canggih turun ke bawah tanah untuk mengambil minyak tersebut.

Pengambilan minyak bumi di daerah Cepu sudah dimulai sejak jaman kolonial Belanda. Untuk saat ini, pengelolaan blok sumur minyak di daerah Cepu dilakukan oleh PT Pertamina EP wilayah Cepu dengan cakupan sekitar 40 existing wells dengan jumlah produksi +/- 1000an barrel (agak lupa nih, kalo salah mohon dikoreksi) :p

Tahun 2005, dilakukan penandatanganan KKS  (Kontrak Kerja Sama) Cepu untuk blok Banyu Urip. Suatu kawasan yang memiliki giant oil reserve yang ditaksir sekitar 250 juta barrel dan saat kondisi max. production bisa mencapai sekitar 165 Barrel per Day. KKS ini dilakukan antara Mobil Cepu Ltd, Ampolex (Cepu), dan Pertamina EP dengan operator oleh Mobil Cepu Ltd. Kontrak ini akan berlangsung selama 30 tahun.

Akamigas / STEM – Asrama Vyatra

Inilah tempat dimana kami selama sebulan di”Cepukan”. Akamigas (Akademi Minyak dan Gas Bumi) atau sekarang dikenal juga dengan nama STEM (Sekolah Tinggi Energi dan Mineral) merupakan suatu lembaga pendidikan dibawah naungan Departemen ESDM. Bisa dibilang Akamigas/ STEM ini trendmark lembaga pendidikan migas di Indonesia. Walaupun kerja di oil and gas industry tapi kalau blom pernah nyicipin sekolah/ training di Akamigas Cepu belum afdol katanya… Hehehe. Terdengar elit kayak TNI/Polri kalau bukan jebolan dari AKMIL atau AKPOL gitu hahaha…

Aktifitas harian kami ya belajar sambil bekerja. Caelah doktrinnya berhasil nih… hahaha. Yup, “Belajar Sambil Bekerja” itu motto kepunyaan Akamigas. Mayoritas siswa yang belajar di sana itu orang-orang yang sudah berpengalaman kerja di perusahaannya masing-masing dan dikirim ke Akamigas untuk memperdalam ilmu secara teoritis. Bagi kami yang mayoritas masih muda ini.. Ehemm😛 pendidikan dari Akamigas ini suatu kesempatan langka yang sangat berharga untuk pengenalan ke industri migas.

Waktu belajar kami di Akamigas dari jam 0730 -1645 dari hari Senin – Sabtu, klo waktu efektif belajarnya ya itungan satu tangan deh kayaknya sih, sisanya ngezzz hahhaa… dan hanya hari Minggu kami dikasih waktu istirahat.

Asrama Vyatra 

Ini dia nih tempat favorit selama di Cepu. Asrama Vyatra!! Sampe saat ini gw msh belum nemu apa ya artinya Vyatra? Coba googling juga ga ketemu artinya. Eniwei, kami tinggal di Asrama Vyatra 5. Alhamdulillah, cukup beruntung juga kita dapet Vyatra 5, karena asrama satu-satunya di komplek yang full AC. Hehehe… Asrama Vyatra lainnya hanya pake kipas angin. Di dalam asrama ini keliatan betul kelakuan asli temen-temen yang lain. Karena suasananya hommy jadi ya udah kayak di rumah aja. Yang biasanya kalo makan selama di Jakarta kita harus rapih, bercelana panjang, dan bersepatu. Di Vyatra semua itu “tidak berlaku”. Pake kaos, jepitan, kadang celana pendek udah biasa. Santai bener deh… haha.

Rasa keakraban pun sangat terasa di sini. Kondisi kamar kita yang berderetan di dalam satu lantai asrama juga mendukung terbentuknya suasana keakraban itu. Kompetisi Pro Evolution Soccer salah satu bentuk keakraban dan kekompakan kita di asrama. Selain itu futsal juga. Sampe ada yang sering tereak2x… “Ayo Futsal-Futsal yang gak ikutan main Futsal Homooo!!” haha… Pokoknya keseruan itu ada aja setiap harinya.

Di asramapun ada benih-benih asmara terjadi..😛 Deretan balkon di samping kamar jadi saksi bisu. Tiap malem balkon udah bagai deretan wartel para penelpon-penelpon. haha…

Oh ya, rutinitas kami tiap hari diawali dengan senam pagi dan dilanjutin sarapan dan baris-berbaris menuju kampus Akamigas!. Yayaya… Baris-berbaris! Itu tiap hari pulang pergi bosss…😀 “When I was walked away to the high mountain, We try to discover our land…“. Ini nih lagu andalan kalo di barisan😛 Sampe kampus lanjut apel pagi berpeluh keringat dibawah terik matahari pagi. Ya tau sendiri deh apa dong efeknya buat kami-kami semua (gw ga mau dituduh sbg pelaku utama), Ngesssss berjama’ah di kelas.

Awal di Cepu emang saat-saat terberat buat kami, oke2x buat gw pribadi terutama. Ngess point gw diawal masuk Akamigas sangaaattt tinggi. Baru masuk kelas bentar udah langsung tidurrrrr… Sampe2x saking parahnya, temen2x bikin tarohan berapa lama gw bakalan bertahan melek pas baru masuk kelas. Mereka ada yang nebak 15, 20, 30 menit gw tidur. Ehhhhh… ketika mrk lagi nyatet2 tebakan mrk, gw yg duduk di dpn udah tidur duluann!!! hahaha… Hmm… brarti ya sekitar 5-7 menit kelas dimulai, akhirnya taruhanpun dibubarkan haha…

Nah, satu lagi istilah baru yang “mengerikan” buat kita selama di sana itu Remidial. Remidial ini monster buat siapapun karena nilai ujian yang bersangkutan masih di bawah grade yang ditentukan oleh tim akademi. Ketika nama kita disebut untuk harus remidi atau ujian ulangan artinya yaa waktu santai di Asrama Vyatra sedikit berkurang karena harus belajar lagi.. hehe

Banyaaaaakk lagi kenangan-kenangan selama di Cepu. Istilah “Dicepukan” ternyata memang memiliki makna yang cukup dalam buat semua orang yang udah ngerasainnya. Bagi yang awam, pasti kedengaran agak lebay tapi ketika kita menjalaninya sendiri semua itu akan sangat terasa suasana keakraban dan keriangan bersama teman-teman seperjuangan kita.

Akhirnya, kamipun harus meninggalkan Cepu dan melanjutkan program pendidikan kami selanjutnya. Tapi, sampai kapanpun kami bangga telah “Dicepukan” dan mendapatkan pengalaman yang luar biasa selama kami berada di Ceko (Cepu Kota).😛

Salam hormat dari saya buat teman-teman yang masih menjalani masa pendidikan dan bagi rekan-rekan semua yang pernah merasakan bagaimana keseruan “Dicepukan”.

Wassalammualaykum Wr.Wb.

Sources :

http://id.wikipedia.org/wiki/Cepu

http://www.suaramerdeka.com/harian/0210/01/dar12.htm

http://id.wikipedia.org/wiki/Blok_Cepu

2 Comments leave one →
  1. Nissa permalink
    June 6, 2012 11:01 am

    Kok gak pernah ngepost lagi om?😀

  2. yudhobaskoro permalink*
    June 6, 2012 3:31 pm

    Lagi sibuk tante hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: